Kebumen - Rutan Kebumen menerima kunjungan monitoring dan evaluasi Kakanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, bersama Kalapas Kembang Kuning Nusakambangan, Winarso, pada Selasa (13/01/2026). Dalam kunjungannya, Kakanwil Ditjenpas Jateng meninjau area branggang yang dijadikan lahan ketahanan pangan Rutan Kebumen. Selasa (13/1)
Mardi Santoso mengapresiasi ketahanan pangan Rutan Kebumen yang telah berhasil memanfaatkan lahan sempit di brandgang menjadi lahan produktif. "Saya sangat mengapresiasi Rutan Kebumen yang telah berhasil mengembangkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan produktif. Ini adalah contoh yang baik bagi Rutan lain untuk mengikuti, " ujar Mardi Santoso.
Dalam kunjungannya, Mardi Santoso juga sempat menanam bibit tanaman dan panen terong di lahan ketahanan pangan Rutan Kebumen. Ia juga meninjau bimbingan kerja yang bekerja sama dengan UMKM lokal Kebumen.
Mardi Santoso menambahkan bahwa Rutan Kebumen harus tetap mengikuti program Presiden yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. "Rutan Kebumen sangat baik dan tetap mengikuti program Presiden yang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, Rutan Kebumen dapat menjadi contoh bagi Rutan lain dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan, " ujar Mardi Santoso.

Kepala Rutan Kebumen, Pramu Sapta, menyatakan bahwa kunjungan Kakanwil Ditjenpas Jateng ini merupakan motivasi bagi Rutan Kebumen untuk terus meningkatkan ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. "Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Kakanwil Ditjenpas Jateng. Ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan, " ujar Pramu Sapta.
Rutan Kebumen berharap bahwa kunjungan ini dapat meningkatkan kerja sama dan pembinaan warga binaan, sehingga mereka dapat menjadi lebih produktif dan siap untuk kembali ke masyarakat. Dengan demikian, Rutan Kebumen dapat menjadi contoh bagi Rutan lain dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.

Rita Puspita Dewi